Sejarah Munjul Pesantren Astanajapura Cirebon

Masjid Munjul Pesantren

Angipin.id Sejarah pondok pesantren munjul yang telah di posting di Qiraba Blog menjadi rujukan satu satunya bagi masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Pondok pesantren tersebut dan Angipin.id menghadirkan kisah sejarah Pondok Pesantren Munjul untuk melengkapi khasanah pengetahuan sejarah.

Pesantren munjul sejarah dan eksistensinya tentu tak mungkin lepas dari sosok pendirinya yaitu Tubagus Lebu Haji Abdullah atau lebih sering di sebut Mbah Abdullah Lebu, Kyiai Abdullah Lebu adalah putra Tubagus Abdullah bin Abdul Jabbar bin Tubagus Ba'isya bin Tubagus Marjan bin Tubagus Besus atau yang di kenal dengan Sayyid Abdurrahman Al Usmani Pesalakan Sumber Cirebon alias Pangeran Arya Mandalika 2.

Mbah Abdullah lahir pada tahun 1749 M di Tegal Mantra Cirebon, di kisahkan Mbah Abdullah semasa kecil sudah di titipkan oleh orangtuanya di Pesantren Maharsisiddiq Wanantara.

(eksistensi Pesantren Wanantara sebagai salah satu Pesantren tertua di Jawa Barat dapat di lihat di situs resmi sejarah Pesantren Tebu Ireng di mana di kisahkan Kyiai Samsuri generasi sesudah Mbah Musa di mintai bantuan untuk membantu KH Hasyim As'ari bersama dengan Kyai Saleh Benda, Kyai Abdullah Pangurangan dan Kyai Abdul Jamil Buntet ) 

Mbah Musa sebagai guru di pesantren tersebut di pesantren tersebut juga terdapat Mbah Mukallim Kanggraksan sebagai santri senior .

Di kisahkan Mbah Musa Maharsisiddiq sedang bermunajat beristikhoroh kepada Allah SWT meminta petunjuk untuk dapat menemukan sosok pria yang akan di angkat sebagai menantunya, melihat kilauan cahaya dari tempat para santrinya bermukim (asrama) Mbah Musa segera menghampiri sumber cahaya dan mendapati bahwa cahaya tersebut berasal dari puser/tubuh salah satu santrinya, oleh karena keadaan yang gelap Mbah Musa tak dapat mengenali siapa santrinya tersebut, namun Mbah Musa menandai tubuh/puser yang mengeluarkan cahaya yang menjulang tersebut dengan arang .

Menjelang shubuh saat para santri terbangun Mbah Musa memeriksa satu persatu tubuh/puser santrinya dan mendapatkan tanda garis hitam arang di tubuh/puser Kyiai Mukallim, sehingga ke esokan harinya Kyiai Mukallim di minta oleh Mbah Musa untuk di angkat sebagai menantunya.

Kyiai Mukallim meminta waktu atas permintaan itu untuk bermunajat meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan istikhoroh, pada saat bermunjah Kyiai Mukallim mendapat petunjuk melihat kilauan cahaya yang menjulang yang berasal dari asrama santri, segera Kyiai Mukallim mencari sumber cahaya dan langsung membangunkan santri tersebut yang ternyata adalah Kyiai Abdullah Lebu yang masih berusia belia santri baru yang berasal dari Tegal Mantra  tersebut.

Atas petunjuk yang di dapat Kyiai Mukallim bertanya kepada Kyiai Abdullah Lebu apakah Kyiai Abdullah Lebu mau bersedia di angkat sebagai menantu Kyiai Mukallim, sontak Kyiai Abdullah menjawab bagaimana mungkin dirinya akan di jadikan menantu oleh Kyiai Mukallim yang juga seniornya tersebut sedangkan Kyiai Mukallim belum menikah ? maka Kyiai Mukallim menjelaskan kepada Kyiai Abdullah Lebu bahwa dirinya bersedia di angkat menjadi menantu oleh gurunya (Mbah Musa) jika kelak Kyiai Abdullah Lebu mau menjadi menantunya pula, akhirnya Kyiai Abdullah bersedia di angkat menjadi menantu Kyiai Mukallim dan Kyiai Mukallim pun segera bersedia menjadi menantu Mbah Musa .

Setelah Kyiai Mukallim menikah dengan putri Mbah Musa daan di karuniai seorang putri bernama Nyai Halimah

Bersambung :.........

Kisah selanjutnya Klik : Sejarah Munjul Pesantren II, Hijrahnya Mbah Abdullah Lebu

Sumber  : Ust.Abdul Khakim
Foto       : Blog Mts Nurul Huda Munjul
Share on Google Plus

Tentang Satria Kawijaya

Blogger kelahiran Cirebon, Mahasiswa STMIK IKMI Cirebon.
    Komentar Via Blogger
    Komentar Via Facebook

0 komentar: