Syekh Kramat Tinggi - Muara Bulian - Jambi


Syech Keramat Tinggi Penyebar Islam di Batanghari
.
DI Kabupaten Batanghari terdapat beberapa makam kuno yang dianggap keramat dan mempunyai nilai karomah. Makam-makam itu terdapat di beberapa kecamatan, diantaranya makam Syech Keramat Tinggi berdampingan dengan makam isterinya, Kemuning, di pinggiran Sungai Batanghari, Kelurahan Pasar Baru, Muara Bulian.

Kedua makam itu menyimpan banyak nilai sejarah agama Islam. Makamnya berada di TPU RT 01 RW 01. Disana ada dua makam keramat yang dikenal masyarakat dengan sebutan Makam Syech Keramat Tinggi dan makam isterinya, Kemuning. Tak banyak orang yang tahu sejarah dari kedua makam tersebut.

Makam Syech Keramat Tinggi berukuran panjang 7 m dan lebar 2 m, berdampingan dengan makam isterinya. Posisi dua makam itu kalau diperhatikan seperti anak tangga. Nisan tunggal yang berada di posisi kepala terbuat dari kayu Sungke yang mengeras seperti batu.

Di kedua makam tersebut sangat terasa nuansa ghaib. Ketua RT 01, Muhammad Riyansyah, membenarkan bahwa bagi yang berziarah di makam Syech Keramat Tinggi akan mengalami nuansa ghaib yang positif. Artinya, Syech merestui dan menerima maksud baik orang-orang yang mendoakannya.

“Bagi yang datang dengan maksud baik akan mengalami hal yang membuat mereka merasa dekat dengan empunya makam. Tapi ada juga hal-hal yang tidak diberkati, seperti oknum-oknum yang datang ke makam hanya untuk perbuatan sirik, seperti minta nomor buntut dan ingin kaya tanpa bekerja,” terang Riyansyah.

Menurut Riyansyah, bagi yang bermaksud baik kadang-kadang mendapatkan koin uang dinar kuno. Namun kadangkala muncul penampakan seperti kelabang hitam besar dan Inyiak Balang (harimau-red) bagi mereka yang minta sesuatu yang sifatnya bertentangan dengan agama Islam.

“Dulu banyak yang minta nomor buntut di makam Syech Keramat Tinggi, namun mereka lari tunggang langgang karena muncul seekor kelabang hitam besar berbisa dan harimau dari kerumunan semak di sekitar makam,” cerita Riyansyah.

Karomah dari makam Syech Keramat Tinggi dan Kemuning sudah dirasakan warga sekitar. Contoh, ketika menginginkan anak perempuan, Riyansyah yang memiliki 4 anak laki-laki mengajak isterinya menziarahi dan berdo’a di kedua makam tersebut. Tidak lama kemudian Riyansyah dikaruniai anak perempuan.

Juru kunci makam, Thamrin, yang biasa dipanggil Mukrin, membenarkan akan karomah dari makam itu. Ia mengaku sampai sekarang masih berhubungan dengan Syech Keramat Tinggi dan Kemuning.

Menurut Thamrin, Syech Keramat Tinggi berasal dari Arab Saudi dan menyebarkan agama Islam di Batanghari sekitar abad ke-17. Nama aslinya Jamal. Ia kemudian mempersunting gadis asli Tanah Rang Kayo Hitam, Kemuning. 

Dalam kesehariannya Syech suka memakai jubah hitam dengan lilitan kepala dari sutra seperti sorban yang dikenakan Wali Sembilan. Tinggi beliau sekitar 3 meter. Sampai sekarang warga yang akan mengadakan hajatan selalu berziarah dulu ke Makam Syech Keramat Tinggi dan Kemuning. Keadaan makam selalu bersih karena dijaga oleh beberapa orang, termasuk Thamrin. Banyak juga pendatang dari daerah lain berziarah ke Makam Syech Keramat Tinggi dan Kemuning, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan. 

Dari berbagai sumber 
Share on Google Plus

Tentang Satria Kawijaya

Blogger kelahiran Cirebon, Mahasiswa STMIK IKMI Cirebon.
    Komentar Via Blogger
    Komentar Via Facebook

0 komentar: