Muhammad Arifin

Saya Relawan TIK Kota Cirebon

Ipin

Suami dari Novia Kurniasari yang senang ngopi. Hanya seorang tukang Sedot WC yang pernah magang di Jingga Media dan Humas Pemkot Cirebon. Saat ini sedang diamanahi sebagai Ketua Relawan TIK Kota Cirebon 2017-2021.

  • Jl Angkawijaya, Cipeujeuh Kulon, Lemahabang, Cirebon.
  • 081223466223-089505356356
  • m.arifincrb@gmail.com
  • www.angipin.id
Me

Kemampuan

Ini hasil klaim saya sendiri, jangan dipercaya. Namanya juga web pribadi, nulisnya juga semau sendiri. Sebagai media dokumentasi dan sekedar menyalurkan hobi.

Web Design 90%
Web Development 60%
SEO 90%
Desain Grafis 10%
  • Web Kang Aim Cimandor di Tutup, Jamaah Kecewa

    angipin.id : Website Kang Aim Cimandor yang beralamat di www.kang-aim.web.id akhir pekan ini (02/04) tak bisa diakses. Website yang berisi kisah-kisah pendiri Jamaah Assysyahadatain dan para tokoh sepuh ini diminta oleh beberapa pihak agar ditutup. Alasannya, gaya penulisan yang dianggap terlalu vulgar sehingga menimbulkan kontroversi. 

    Sejak dibuat, November 2016 hingga kini, website tersebut telah dilihat oleh 32.224 pengunjung. Kebanyakan, pengunjung memberi respon postif. Sambil berjalan, penulispun berusaha memperbaiki tata cara penulisan dan bahasa, meski tetap mempertahankan obyektivitas cerita, sesuai dengan apa adanya. Tanpa mengurangi apalagi melebih-lebihkan.

    Viewer website kang-aim.web.id

    Penulis, Ust Abdul Khakim Maula melalui Fanpagenya mengumumkan penutupan webiste tersebut.
    ""Mohon maaf saya sampaikan bahwa website saya www.kang-aim.web.id sedang off dan tidak dapat dikunjungi untuk sementara ini sampai batas waktu yang belum ditentukan, hal ini dikarenakan banyaknya atensi yang menyarankan agar website tersubut untuk ditutup karena belum saatnya mengangkat artikel dan cerita/sejarah yang ada didalamnya (tidak untuk halayak umum). sehingga dengan ini saya haturkan terima kasih atas partisipasi dari semuanya." tulisnya.

    Status ini ditanggapi oleh warganet, pembaca setia website Kang Aim Cimandor. "Lalu bagaimana lagi kita akan tahu sejarah" tulis akun Rd Mas Aryo. Sementara akun Achonk Berlandia menambahkan "Belum waktunya kah? jadi kapan kalau ga dari sekarang? "



    Saya, selaku fasilitator pembuat web tersebut, juga kecewa. Awalnya, banyak kisah-kisah Syekhuna yang tidak terdokumentasikan dengan baik, sebagai media ngaji juga ikhtiar bersama dalam mengenal Syekhuna se objektiv mungkin, website ini dibuat. Pendekatan sejarah, menurut saya juga bagian dari ngaji, karena Syekhuna, bagi saya, bagi kami generasi muda yang jarak masa hidupnya jauh adalah penting untuk mengenalnya.

    Menurut saya, jika beberapa isi tulisan dianggap terlalu vulgar atau tidak pantas, sebaiknya pembaca ataupun para sepuh memberikan kritik dan saran yang membangun yang tujuannya agar gaya penulisan bisa diperbaiki, sehingga media website bisa menjadi media pembelajaran bersama. Bukan malah mem "BREDEL" website tersebut !

    Saran dan kritik yang membangun, lebih bijaksana sebagai solusi. Bahkan, lebih mencerminkan sebagai Jamaah yang seringkali menjadikan ungkapan "bareng-bareng ngaji"sebagai jargon. Dari semua kisah yang tertulis, saya yakin tidak semuanya negatif (gaya penulisannya). 

    Penutupan website ini, menurut saya menambah catatan negatif. Sebagai bentuk ketertinggalan dan ketidakmengertian akan situasi zaman yang sudah berubah. 




  • Efendi, Pria si Pemakan Penis asal Lampung

    Dilatarbelakangi sakit hati oleh seorang pria bernama Rudi, Efendi membunuh lalu memotong kemaluannya. Tak sampai disitu, Efendi pun menggoreng dan menyantap penis Rudi, layaknya sebuah obat, Efendi mengaku melakukan hal itu lantaran begitu sakit hati terhadap Rudi yang tega memperkosa istrinya, Nuriah, seminggu sebelum mereka melakukan pernikahan.



    Rudi yang seorang supri travel di Tulangbawang, Lampung, ditemukan tewas mengenaskan, selain terdapat luka senjata tajam, jasad Rudi sengaja dibakar didalam mobilnya. Efendi mengaku, dirinya melakukan hal tersebut seorang diri. Sementara istrinya, hanya membantu untuk menghubungi korban.

    "Saya melakukannya sendiri saja, istri saya tidak terlibat." ungkapnya, seperti dikutip di media daring lokal.

    Keduanya yang masih menyandang status sebagai pengantin baru tersebut, kini ditahan oleh kepolisian setempat. 

    Kasus ini sebenarnya terjadi pada tahun 2015, tepatnya Senin (16/11). Efendi menjadikan bertambahnya kasus kriminal dibarengi kanibalisme di Indonesia. Sebelumnya, Sumanto membuat kehebohan dengan kanibalnya yang sadis. Sumanto menjadi raja kanibal di Indonesia. 

    Berbeda dengan Efendi, Sumanto melakukan hal tersebut lantaran tuntutan ilmu hitam yang diyakininya. Sementara menurut ahli terapi asal Amerika, Karen Hylen dari Summit Malibu Treatment Center, California mengungkapkan bahwa, pelaku kanibalisme bukanlah orang gila.

    "Mereka cenderung ke arah psikopat, sebenarnya, mereka sadar dalam melakukan tindakan itu, mereka tahu apa yang mereka lakukan," ungkap Karen.

    Lebih jauh, Karen menjelaskan, pelaku kanibalisme dinilai sama dengan para pecandu narkoba, lantaran hal tersebut dapat menimbulkan ketagihan, sehingga melakukan kanibalisme terus-menerus. 

  • Menengok Transformasi Iklan Tukang Sedot WC

    Jakarta (28/02/2017) : Awal tahun 2000an masyarakat Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya familiar bahkan mungkin acuh terhadap beberapa pamflet, stiker kertas yang bertebaran di tembok-tembok, tiang listrik dan tempat umum lainnya yang dapat dengan mudah dilihat oleh pengguna jalan, sebuah iklan jasa sedot wc.

    Ya, saat itu iklan para penyedia jasa sedot wc masih menggunakan cara seperti itu. Entah kapan dan jam berapa tiba-tiba warga mendapati iklan tersebut sudah ada disekitar lingkungannya.
    Kini, seiring perkembangan zaman dimana industri periklanan mulai memanfaatkan internet, sebagai basis interaksi sosial, internet dengan media blog, website dan media sosial lebih banyak diakses oleh masyarakat. Hal ini membuat pelaku usaha jasa sedot wc tak ketinggalan memanfaatkannya sebagai media promosi layanannya.


    Terdapat ratusan bahkan hingga ribuan blog tentang jasa sedot wc jika mencari menggunakan search engine populer seperti google, yahoo dan bing. Bahkan terjadi pemerataan penyedia jasa sedot wc di berbagai wilayah indonesia yang menggunakan media blog dan website sebagai platform iklan layanannya.

    Di Jakarta, salah satu jasa yang sukses besar men digitalkan layanannya adalah jasa tukang ojek dan jasa penyedia transportasi lainnya yang berbasis aplikasi, mungkinkah jasa sedot wc akan bertransformasi seperti halnya jasa ojek tersebut? . Hingga kini belum ada perusahaan jasa sedot wc yang memanfaatkan aplikasi smartphone untuk mempermudah masyarakat mengakses jasa tersebut.

    Adalah Asnawi (39) warga Jatiasih, Bekasi. Pelaku usaha jasa sedot wc sejak tahun 2001. Menurutnya iklan jasa sedot wc saat ini memang sudah bergeser dari stiker kertas ke website, bahkan untuk memaksimalkan posisinya di search engine Asnawi tak ragu menggunakan iklan perklik seperti Google Adwords. "Saat ini user pembuat iklan adwords harus mengalokasikan seratus ribu perhari untuk saldo di akun adwordsnya" ujar Asnawi.

     Dari hasil penelusuran saya, para pelaku usaha jasa sedot wc mengenal beberapa istilah didunia blogging dan SEO berawal dari memanfaatkan jasa pembuat website. Namun, karena harganya yang dianggap terlalu mahal akhirnya Asnawi dan beberapa pelaku usaha sedot wc lainnya belajar secara otodidak dalam mempelajari dunia website, blog dan media sosial.

    Ditanya mengenai kemungkinan usahanya bertransformasi menjadi berbasis aplikasi, Asnawi pesimis lantaran SDM nya yang belum siap. "Udah pernah kita mau coba, tapi susah juga, supir sama kernet mobil tinja susah kalau disuruh rapih, pake android semua, pokoknya ribet." ungkap Asnawi.